KESIAPAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI MEA

Susi Susantijo

Abstract


Komunitas ASEAN dalam ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa ketiga komunitas/masyarakat ASEAN tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya. Negara-negara Anggota ASEAN sedang memasuki satu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), termasuk Indonesia, digambarkan memiliki beberapa  karakteristik kuncinya yaitu memiliki sifat sebagai  a single market and production base; a highly competitive economic region; a region of equitable economic development; and  a region fully integrated into the global economy. MEA merupakan satu pasar tunggal yang di dalamnya terdapat perdagangan bebas barang, jasa, investasi, modal usaha dan juga tenaga ahli; serta mempunyai daya saing tinggi dan merupakan suatu wilayah pertumbuhan ekonomi yang memadai serta terintegrasi penuh dalam ekonomi global.

Secara akademis, kualitas SDM dinilai berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Negara/RPJPN(dahulu GBHN), pemerintah mengakui bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM)Indonesiamasih tergolong rendah.  Rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang diukur dengan IPM memiliki korelasi langsung dengan rendahnya produktivitas dan daya saing perekonomian nasional. Oleh karena itu, dapat dipahami jika salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan nasional adalah meningkatkan daya saing bangsa. Daya saing yang tinggi, akan menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan-tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang terbuka. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Meningkatkan mutu pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia memerlukan sinergi dan grand strategy untuk mewujud-nyatakan visi misi pendidikan nasional yang sudah dirumuskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jika visi dan misi pendidikan nasional tersebut dilaksanakan, maka SDM Indonesia akan berkualitas tinggi dan akan mampu bersaing sehingga mendapat peranan yang signifikan sebagai pelaku dalam MEA. Sikap Bangsa dan Negara Indonesia dalam memasuki MEA adalah (dengan kesadaran bahwa pendidikan memegang peranan penting) bergandengan tangan untuk membangun manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi melalui pendidikan tinggi yang bermutu.

Kata Kunci : Masyarakat Ekonomi ASEAN, Sumber daya manusia (SDM), Pendidikan Tinggi.


Full Text:

Hlm. 8-18

References


AEC Blueprint/cetak biru MEA

Madugula, Santosh Kumar, 2007, Globalization and Liberalization of Higher Education Services, first limited edition, Singapore, Humanities Press.

Human Development Report 2005

Mertokusumo, Sudikno, 2014, Mengenal Hukum Suatu Pengantar, Yogyakarta, Universitas Atma Jaya.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (UU RPJPN)

Undang-Undang No. 20 Than 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas)

Susantijo, Susi, 2015, Aspek Hukum, Kebijakan dan Strategi Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Tinggi Di Indonesia Dalam Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC)2015, Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan.

OECD, 2008, Internationalisation: Shaping Strategies in the National Context”, in Tertiary Education for the Knowledge Society: Volume 1 and Volume 2, OECD Publishing. (http://dx.doi.org/10.1787/9789264046535-13-en, diunduh 14 Nov 2015).

http://www.asean.org/asean/about-asean/history, (The Founding of ASEAN, paragraph 2), diunduh tanggal 27 Maret 2016

http://www.asean.org/asean/about-asean/overview, diunduh tanggal 2 Sept 2013


Refbacks

  • There are currently no refbacks.