MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) DAN INDONESIA

Suhaidi Suhaidi

Abstract


Tiga pilar utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah komunitas politik dan keamanan, komunitas ekonomi serta komunitas sosial dan budaya. MEA sebagai upaya untuk mendorong efisiensi dan daya saing ekonomi kawasan ASEAN tercermin dalam empat hal yaitu ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, wilayah ekonomi yang sangat kompetitif, wilayah pembangunan ekonomi yang setara dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. Hambatan yang dihadapi Indonesia dalam era MEA, diantaranya hambatan birokrasi, seperti inefisiensi birokrasi, akses keuangan kucuran kredit yang sulit, dan rate pajak yang tinggi, dari aspek Sumber Daya Manusia dan kualitas pekerja, serta kondisi infrastruktur. Srategi yang harus dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan hambatan untuk mengerem banjirnya barang dan jasa asing, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, membentuk forum sengketa perjanjian perdagangan bebas dengan prosedur yang sederhana dan jelas sehingga menimbulkan kepastian hukum yang dapat menguntungkan posisi Indonesia dalam menghadapi MEA.

Kata Kunci : Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)


Full Text:

Hlm. 1-7

References


Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, 2009, Cetak Biru Komunitas ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Blueprint), Departemen Luar Negeri RI.

Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, 2009, Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Blueprint), hal. 7-8, Departemen Luar Negeri RI.

Juwana, Hikmahanto, 2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Tantangan bagi Indonesia: Dalam Perspektif Hukum Perdagangan Internasional, Makalah dalam rangka orasi ilmiah Dies Natalis, UI.

Kementerian Perdagangan, 2011, Informasi Umum Masyarakat Ekonomi ASEAN, ASEAN Community In A Global Community Of Nations.

http://bandiklat.babelprov.go.id/2016/11/14/peluang-dan-tantangan-dalam-menghadapi-mea/, diakses tanggal 21 Nopember 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.